Sekarang Badan Usaha CV Bisa Jadi Badan Hukum?

Sekarang Badan Usaha CV Bisa Jadi Badan Hukum?

Ada perubahan peraturan yang mensyaratkan pendaftaran CV saat ini ke Kementerian Hukum dan HAM.

Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan peraturan baru tentang pendirian CV alias persekutuan komanditer. Salah satu ketentuan dalam peraturan itu adalah kini pendaftaran CV dilakukan di kementerian itu.

Gara-gara ketentuan baru itu, ada beberapa kalangan yang mengira bahwa status CV kini adalah badan hukum. Sekedar informasi, dalam ilmu hukum, CV bukanlah badan hukum melainkan badan usaha. Badan hukum yang biasa ditemui dalam praktik sehari-hari adalah PT, koperasi dan yayasan.

Persekutuan Komanditer merupakan persekutuan yang didirikan antara seseorang atau beberapa orang persero (sekutu) bertanggungjawab secara tanggung-renteng untuk keseluruhannya, dan satu orang atau lebih sebagai pemberi modal uang.

Dalam praktik selama ini, CV merupakan badan usaha non badan hukum yang sangat familiar dan sering digunakan oleh para pengusaha sebagai wadah dalam menjalankan bisnis. Alasannya karena CV memiliki prosedur pendirian yang cenderung lebih mudah dan tidak memakan waktu lama. Cukup dengan akta notaris lalu didaftarkan ke pengadilan negeri. Berbeda dengan PT yang prosesnya lebih panjang karena harus mendaftarkan dulu di Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) di Kementerian Hukum dan HAM.

 

Tapi sekarang kondisinya berubah. Pendaftaran CV juga harus dilakukan di Kemenkumham melalui Sistem Administrasi Badan Usaha. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2018.

Dari sistem yang dipakai untuk pendaftaran terlihat perbedaan antara PT dan CV, walaupun keduanya sama-sama dilakukan di Kemenkumham. PT di SABH, sedangkan CV di Sistem Administrasi Badan Usaha. Dari ketentuan ini diketahui bahwa CV tetap didudukkan sebaga badan usaha, bukan badan hukum.

Jadi, walaupun saat ini pendaftaran CV dilakukan di Kemenkumham, status CV tetap sebagai badan usaha yang tidak berbadan hukum. Sehingga CV tetap tidak dianggap sebagai subyek hukum dimana tidak dapat melakukan perbuatan hukum, dan juga tidak mempunyai harta kekayaan sendiri.

Biaya pembuatan CV membengkak

Selain perubahan tempat pendaftaran pendirian, peraturan itu juga memuat ketentuan baru yaitu mengenai pengajuan nama CV. Jika sebelumnya tidak ada ketentuan khusus mengenai nama sehingga CV bebas memiliki nama apapun, maka saat ini hal itu tidak dimungkinkan lagi.

Untuk melakukan pendaftaran nama, terlebih dahulu diajukan permohonan pengajuan nama CV melalui Sistem Administrasi Badan Usaha Kemenkumham. Beberapa persyaratan pengajuan nama CV yang perlu diperhatikan sebagai berikut :

  1. Ditulis dengan huruf latin;
  2. Belum dipakai secara sah oleh CV lain dalam Sistem Administrasi Badan Usaha;
  3. Tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan/atau kesusilaan;
  4. Tidak sama atau tidak mirip dengan nama lembaga negara, lembaga pemerintah, atau lembaga internasional kecuali mendapat izin dari lembaga yang bersangkutan; dan
  5. Tidak terdiri atas angka atau rangkaian angka, huruf, atau rangkaian huruf yang tidak membentuk kata.

Nah, persoalannya permohonan pengajuan nama ini tidak gratis. Ada biaya yang bakal dikenakan kepada pemohon. Peraturan ini tidak menyebut pasti jumlahnya. Hanya disebutkan biaya pengajuan nama disesuaikan dengan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berlaku di Kemenkumham. Sekadar mencontohkan, biaya pemesanan nama untuk PT adalah Rp200 ribu. Sedangkan untuk yayasan adalah Rp100 ribu.

Bukan hanya pemesenan nama, biaya pendaftaran CV di Kemenkumham juga akan dikenakan PNBP. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 11. Sekadar menggambarkan, untuk pengesahan PT, biaya PNBP-nya adalah kisaran Rp200 ribu sampai Rp1 juta.

Jadi, jangan kaget apabila Anda harus mengocek saku lebih dalam lagi untuk mendirikan sebuah CV saat ini. Kalau Anda berpikiran untuk lebih baik langsung memilih membuat badan PT daripada CV karena faktor biaya tadi, sebaiknya Anda pertimbangkan dulu secara matang. Karena kedua badan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kenali dulu usaha Anda, tentukan langkah yang tepat untuk perkembangan usaha Anda.

Mau langsung buat CV? Masih bingung? Atau tidak punya waktu untuk mengurusnya? Kami dapat membantu anda. Silahkan hubungi Hotline kami di: 0822-1000-9872 atau email info@prolegal.id.

Author: TC- Singgih Aditia Putra

Posted in
Whatsapp