Melirik Bisnis Travelling? Cermati Aspek Hukumnya

Melirik Bisnis Travelling? Cermati Aspek Hukumnya

Rasanya hampir semua orang suka dengan aktivitas perjalanan wisata atau yang biasa kita sebut travelling. Aktifitas ini adalah salah satu obat pelepas penat bagi sebagian masyarakat yang terjebak dalam rutinitasnya.

Tingginya ketertarikan masyarakat terhadap travelling membuat para pebisnis melirik hal tersebut. Kini banyak bermunculan berbagai perusahaan yang menyediakan jasa biro perjalanan wisata (BPW) ataupun agen perjalanan wisata (APW).

Nah, bagi Anda yang tertarik mendirikan usaha BPW dan APW ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu perbedaan dari kedua hal tersebut. Mari kita simak perbedaaanya di bawah ini.

  • Biro Perjalanan Wisata (BPW)

Biro Perjalanan Wisata melakukan kegiatan yang relatif lebih lengkap dibandingkan dengan Agen Perjalanan Wisata. Hal tersebut terlihat dari cakupan usaha sebagaimana ditentukan oleh Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) diantaranya sebagai berikut :

  1. Perencanaan dan pengemasan komponen perjalanan wisata termasuk wisata alam di kawasan hutan, sarana wisata, objek dan daya tarik wisata;
  2. Penyelenggaraan paket wisata;
  3. Penjualan paket wisata;
  4. Penyediaan layanan pramuwisata yang berhubungan dengan wisata;
  5. Penyediaan layangan angkutan wisata;
  6. Pemesanan akomodasi, restoran, tempat konvensi, tiket penjualan seni budaya serta kunjungan ke obyek wisata;
  7. Pengurusan dokumen perjalanan berupa paspor dan visa atau dokumen lainnya;
  8. Melakukan penyelenggaraan ibadah agama dan perjalanan insentif.
  • Agen Perjalanan Wisata (APW)

Seperti sebagaimana telah disebutkan diatas, Agen Perjalanan Wisata cenderung memiliki kegiatan yang tidak selengkap Biro Perjalanan Wisata. Kegiatannyapun terbatas, menurut KBLI, cakupan kegiatan Agen Perjalanan Wisata diantaranya sebagai berikut :

  1. Perantara penjualan paket wisata dari BPW;
  2. Pemesanan tiket pesawat, kapal laut, dan tranportasi darat;
  3. Pemesanan akomodasi, restoran, tiket pertunjukan seni dan budaya;
  4. Pengurusan dokumen perjalanan berupa paspor dan visa atau dokumen lainnya.

Apakah sudah terlihat perbedaannya? Yap, jika Anda sudah menentukan kegiatan apa yang Anda jalankan dan kegiatan tersebut termasuk dalam klasifikasi APW atau BPW, selanjutnya yang Anda perlu lakukan adalah mendirikan badan usaha sebagai wadah menjalankan bisnis tersebut.

Untuk BPW, dapat dipastikan wajib berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT). Sementara APW, dapat dijalankan oleh perseorangan, atau badan usaha berbadan hukum ataupun tidak berbadan hukum.

Perbedaan lainnya adalah dari Izin Usaha yang wajib dimiliki. Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) adalah izin usaha yang wajib dimiliki oleh segala kegiatan usaha yang bergerak dalam kegiatan pariwisata. Untuk BPW diwajibkan memiliki TDUP BPW dan selanjutnya untuk APW wajib memiliki TDUP APW.

Sementara mengenai persyaratan lain untuk mendirikan BPW atau APW tidak ada perbedaan yang signifikan untuk keduanya. Dokumen legalitas yang perlu dimiliki adalah Akta Pendirian Perusahaan, SK Pengesahan Badan Hukum ataupun pengesahan di Instansi terkait apabila bukan badan hukum, Surat Keterangan Domisili Perusahaan, NPWP Badan, dan juga tanda daftar perusahaan (TDP).

Satu hal lagi, untuk kedudukan usaha anda pastikan domisili yang anda gunakan masuk dalam zonasi sesuai dengan peruntukannya dan juga memiliki izin lingkungan seperti SPPL, AMDAL, UKL dan UPL.

Jadi, jangan cuma suka jalan-jalan saja. Jadikan hobi Anda sebagai lahan bisnis yang dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Masih kebingungan atau tak punya waktu mengurus perizinannya? Kami dapat membantu Anda. Silahkan hubungi Hotline kami di: 0822-1000-9872 atau email info@prolegal.id.

Author: TC- Singgih Aditia Putra

Posted in
Whatsapp