Bagaimana Mengubah Status PMA Menjadi PMDN?

Bagaimana Mengubah Status PMA Menjadi PMDN?

PT PMA tidak selamanya milik asing; dengan beberapa ketentuan, statusnya bisa berubah menjadi PMDN. Bagaimana caranya? Simak ulasan ini.

Setiap perusahaan memiliki kebijakan tersendiri dalam hal investasi. Bagi yang ingin mengembangkan bisnisnya ke level internasional, investor asing dianggap penting. Karena itu, mereka mengubah status perusahaan menjadi PT PMA.

Di sisi lain, beberapa PT PMA yang semula berjaya, ingin bertransformasi sebagai perusahaan Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN). Artinya, sejak berubah menjadi PMDN, seluruh saham di perusahaan adalah milik partisipan atau badan hukum Indonesia.

 

Ketentuan Perubahan Status PMA Menjadi PMDN

Untuk menarik minat penanam modal asing berinvestasi di Indonesia, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengeluarkan surat keputusan. Isi keputusan tersebut salah satunya mengatur tentang pengubahan status PMA ke PMDN. Pada bagian ketujuh, tepatnya Pasal 19, disebutkan ketentuan mengubah status PMA ke PMDN sebagai berikut.

  1. Saham perusahaan PMA sudah dikuasai 100 persen pemegang saham Indonesia harus mengajukan permohonan status menjadi PMDN. Pengajuan ini bertujuan untuk mendapatkan izin dari Kepala BKPM. Adapun formulir pengajuannya telah disediakan di Lampiran 9, Keputusan Kepala BKPM Nomor 57 Tahun 2004.
  2. Jika permohonan disetujui, perusahaan akan memperoleh Surat Persetujuan Perubahan Status Perusahaan yang diteruskan ke instansi terkait.
  3. Penerbitan surat tersebut membutuhkan waktu sekitar tujuh hari kerja sejak dokumen permohonan dilengkapi secara benar.
  4. Jika perusahaan PMA memiliki Surat Izin Usaha Tetap, usai menjadi PMDN, harus mengajukan perubahan status surat izin tersebut kepada Kepala BKPM.
  5. Proses pengajuan pada langkah keempat berlangsung selama kurang lebih tujuh hari sejak dokumen permohonan diterima.
  6. Terakhir, pastikan Anda mengikuti prosedur tersebut di atas secara runut dan benar supaya persetujuan perubahan cepat disahkan.

Kesimpulannya, PT PMA yang di dalamnya sudah tidak ada unsur kepemilikan asing, otomatis wajib berubah menjadi PMDN. Setelah statusnya PMDN, perusahaan tak lagi diperkenankan menerima investasi dari investor asing.

 

Persyaratan yang Harus Dilampirkan

Mengacu pada Keputusan Kepala BKPM Nomor 57 Tahun 2004, Anda harus memenuhi dokumen persyaratan untuk mengubah PT PMA menjadi PMDN. Berikut daftar berkas yang wajib dilampirkan.

  1. Dokumen Laporan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tentang Perubahan Status Kepemilikan Saham

Kekuasaan tertinggi di perusahaan terletak pada RUPS. Semua kebijakan dan kewenangan dalam RUPS ditentukan berdasarkan undang-undang dan anggaran dasar yang berlaku. Dalam bentuk nyatanya, RUPS merupakan forum untuk menentukan langkah strategis perusahaan sebagai badan hukum.

RUPS umumnya diadakan setiap akhir tahun atau bulan. Namun, dalam kondisi tertentu, RUPS bisa jadi diselenggarakan. Salah satunya ketika menentukan perubahan status kepemilikan saham. Hasil RUPS ini lantas dijadikan sebagai dokumen pelengkap saat mengajukan permohonan ke BKPM.

  1. Bukti Pengalihan Saham Asing kepada Partisipan Indonesia

Dokumen kedua yang harus dipenuhi PMA adalah bukti pengalihan saham. Bentuknya bisa berupa pencatatan atau rekaman akta. Untuk pengesahan akta, Anda dapat menggunakan tanda tangan notaris maupun bawah tangan.

  1. Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM)

Dokumen yang disertakan dalam persyaratan adalah LKPM terakhir. Biasanya, LKPM dibuat untuk mengevaluasi dan memantau perkembangan penanaman modal. Jadi, jika ada perubahan di akhir periode, LKPM menjadi acuan bagi BKPM.

  1. Rekaman SP PMA dan Perubahannya

Surat Persetujuan Penanaman Modal Asing (SP PMA) merupakan berkas yang dikeluarkan oleh BKPM. SP PMA diterbitkan dengan tujuan mengesahkan permohonan penanaman modal. Karena itu, perusahaan perlu melampirkan rekaman SP PMA terakhir saat ingin mengubah menjadi PMDN.

  1. Rekaman Akta Pendirian Perusahaan

Setiap perusahaan baru harus memiliki akta pendirian yang disahkan oleh notaris. Ketika ada pemindahan status badan hukum, pengusaha wajib menyertakan rekaman akta pendirian beserta perubahannya.

 

Baik PT PMA, maupun PMDN, didirikan dengan tujuan meningkatkan ruang investasi demi mempercepat perkembangan perusahaan. Jadi, bagi Anda yang memiliki perusahaan PMA, tak perlu ragu untuk beralih ke PMDN.

 

Demikian ulasan mengenai prosedur mengubah status PMA menjadi PMDN. Semoga bermanfaat.

Membutuhkan asistensi dalam pengubahan PMA menjadi PMDN? Kami dapat membantu Anda. Anda dapat menghubungi kami melalui 0822-9900-3757 atau email info@prolegal.id

Posted in
1
Mau mendirikan Badan Usaha (PT / CV / Yayasan / Koperasi, dsb)? Konsultasi sekarang
Powered by