Rebranding Jaguar

Rebranding Jaguar Tuai Kontroversi, Kenapa Rebranding Jadi Penting?

Rebranding Jaguar Tuai Kontroversi, Kenapa Rebranding Jadi Penting?

“Oleh karena itu, sebelum mengajukan pendaftaran, perusahaan harus memeriksa keunikan logo melalui Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI).”

Jaguar, merek mobil mewah asal Inggris yang kini berada di bawah naungan Tata Motors Ltd., menghadapi kritik terkait upaya rebranding yang berfokus pada peralihan ke kendaraan listrik. 

Peluncuran logo baru dan video promosi bertajuk “Break Moulds” dan “Copy Nothing” menuai kekecewaan publik karena dinilai tidak menampilkan produk utama, yakni mobil Jaguar itu sendiri. 

Selain itu, perubahan pada simbol “leaper” yang ikonik juga memicu reaksi negatif dari penggemar setia merek ini, menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas rebranding yang dilakukan. 

Proses rebranding Jaguar pun menjadi sorotan, terutama karena dianggap kurang berhasil menarik minat audiens dan malah memicu kebingungan.  

Lantas, seberapa pentingkah rebranding bagi sebuah perusahaan? Mengapa perusahaan melakukan rebranding, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam proses ini?

Baca juga: Rebranding Logo Perusahaan Apakah Wajib Daftar Ulang? Cek Ketentuannya!

Tuai Kontroversi, Ada Apa Dengan Rebranding Jaguar?

Rebranding adalah proses perubahan citra atau identitas merek yang bertujuan untuk memperbaharui kesan publik terhadap sebuah perusahaan atau produk, seringkali dengan menyesuaikan strategi, logo, atau elemen visual lainnya. 

Baru-baru ini, rebranding yang dilakukan oleh Jaguar, produsen mobil mewah asal Inggris, menuai kontroversi. Perusahaan ini mengubah logo ikonik yang selama ini menggambarkan maskulinitas menjadi hanya sebuah tulisan sederhana, yang dianggap mengurangi karakter khas merek Jaguar. 

Selain itu, kampanye promosi yang menampilkan berbagai model dengan warna cerah namun tanpa menampilkan mobil apapun, dianggap tidak relevan dengan produk yang seharusnya dipromosikan. 

Bagi Jaguar, rebranding ini dimaksudkan untuk menciptakan citra “modernisme yang luar biasa” sebagai tanda peralihan mereka dari produsen mobil berbahan bakar bensin ke produsen kendaraan listrik (EV), seperti yang dikutip dari context.id (5/12/2024).

Langkah besar ini dinilai kontroversial, baik dari segi bisnis maupun tradisi. Jaguar, yang dikenal dengan desain mobil maskulin dan identitas “British” yang kental, sering kali diidentikkan dengan karakter James Bond yang elegan dan flamboyan. 

Perubahan ini menandakan berakhirnya era mobil bermesin bensin bagi Jaguar, yang kini berfokus sepenuhnya pada mobil listrik. 

Meskipun rebranding ini berhasil menarik perhatian, beberapa kritikus mempertanyakan efektivitasnya, mengingat pasar mobil listrik global sedang menghadapi penurunan, dengan pesaing seperti Tesla dan Porsche sudah lebih mapan.

Baca juga: Mengapa Perlu Mendaftarkan Lebih dari Satu Merek Dagang?

Pentingnya Rebranding bagi Perusahaan

Rebranding pada dasarnya bertujuan untuk memperbaharui citra perusahaan, menarik audiens baru, dan menciptakan kesan inovatif yang selaras dengan perubahan pasar dan tren industri. 

Jaguar, yang beralih dari mobil bensin ke kendaraan listrik, menghadapi kritik karena perubahan logo dan kampanye yang menghilangkan identitas maskulin dan elegan merek. Demikian pula, aplikasi X menghilangkan logo burung biru ikoniknya, menyebabkan kebingungan di kalangan pengguna setia.

Sebaliknya, Permata Bank berhasil dalam rebranding dengan mengganti logo untuk menyelaraskan citranya dengan strategi bisnis yang lebih konsisten dan sejalan dengan Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali. 

Rebranding ini memperkuat identitas visual dan kredibilitas bank, sekaligus menunjukkan komitmennya terhadap visi jangka panjang yang lebih modern dan relevan dengan industri perbankan global.

Kesimpulannya, rebranding yang tepat dapat membantu perusahaan menyesuaikan diri dengan perubahan pasar dan memperkenalkan citra baru yang lebih segar. 

Namun, penting untuk mempertimbangkan audiens lama dan memastikan perubahan tersebut tidak mengganggu loyalitas mereka. 

Rebranding yang terencana dengan baik dapat memperkuat identitas merek dan menciptakan peluang baru, namun harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kebingungan atau kehilangan hubungan emosional dengan pelanggan.

Baca juga: Logo Permata Bank di Rebranding, Ini Hal-Hal yang Diperhatikan

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Proses Rebranding

Dalam melakukan rebranding, perusahaan harus memperhatikan beberapa aspek penting agar perubahan yang dilakukan dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diinginkan. 

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses rebranding:

Konsistensi Identitas Merek

Rebranding bertujuan untuk memperbaharui citra perusahaan, tetapi esensi dari identitas merek yang sudah ada harus tetap dipertahankan. 

Penting untuk memastikan bahwa elemen-elemen yang sudah dikenal dan dicintai oleh konsumen lama tidak hilang dalam proses perubahan, sehingga hubungan emosional dengan audiens tetap terjaga.

Melibatkan Audiens dan Penggemar

Selama proses rebranding, melibatkan audiens dan penggemar merek adalah langkah yang penting. 

Perusahaan dapat melakukan riset pasar atau komunikasi terbuka dengan konsumen untuk memastikan bahwa perubahan yang dilakukan dapat diterima dan tidak membingungkan konsumen lama. Ini membantu menjaga loyalitas pelanggan sekaligus menarik audiens baru.

Perencanaan yang Matang

Setiap tahap rebranding harus direncanakan dengan cermat. Mulai dari desain visual, kampanye promosi, hingga peluncuran produk atau layanan baru, semuanya harus disesuaikan dengan tren industri yang ada tanpa mengorbankan hubungan dengan konsumen lama. 

Perencanaan yang matang akan memastikan bahwa perubahan yang dilakukan tetap relevan dan memberi kesan inovatif.

Evaluasi Dampak Terhadap Pasar dan Citra Merek

Setelah rebranding, penting untuk melakukan evaluasi guna menilai dampaknya terhadap citra merek di pasar. Apakah tujuan untuk menarik audiens baru tercapai? Apakah rebranding menyebabkan kebingungan atau penurunan loyalitas konsumen lama? Evaluasi ini akan membantu perusahaan untuk menyesuaikan strategi rebranding jika diperlukan.

Perlindungan Kekayaan Intelektual

Dalam hal rebranding yang melibatkan perubahan logo, perusahaan harus memastikan bahwa logo baru atau variasi logo terdaftar secara sah untuk melindungi hak kekayaan intelektual. 

Pendaftaran logo yang telah mengalami perubahan signifikan penting untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak lain. Sistem hukum di Indonesia menganut asas first to file, yang berarti hak atas merek diberikan kepada pihak pertama yang mendaftarkan merek tersebut. 

Oleh karena itu, sebelum mengajukan pendaftaran, perusahaan harus memeriksa keunikan logo melalui Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI).

Perlindungan Hukum atas Logo Lama dan Baru

Meskipun logo rebranding tidak mengalami perubahan signifikan, pendaftaran ulang tetap diperlukan untuk memastikan perlindungan hukum. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU 20/2016), merek yang terdaftar mendapatkan perlindungan selama 10 tahun dan dapat diperpanjang jika merek tersebut masih digunakan. 

Jika logo lama tidak lagi digunakan, perpanjangan hak eksklusif tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu, perusahaan harus memastikan bahwa pendaftaran logo baru dan perpanjangan perlindungan merek lama dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku untuk menghindari masalah hukum di masa depan.

Dengan memperhatikan aspek-aspek ini, rebranding dapat dilaksanakan secara efektif, menjaga keberlanjutan merek, dan melindungi hak kekayaan intelektual perusahaan. 

Jika perusahaan Anda ingin mendaftarkan merek baru, baik hasil rebranding atau tidak, hubungi Prolegal sekarang untuk mendapatkan bantuan pendaftarannya!

Author: Sabilla Salsabilla

Editor: Genies Wisnu Pradana

Leave a Comment